Home » » Puisi Berjudul: Namaku Uang/Duit

Puisi Berjudul: Namaku Uang/Duit

Sepenggal kisah yang sangat realistis didunia ini dan selalu kita alami dalam kehidupan sehari-hari. Ia adalah sebuah benda mati yang bisa merubah seseorang menjadi hidup hatinya dan juga bisa menjadikan seseorang menjadi mati hatinya,Wallohu Alam. Bahkan ia juga bisa merubah kawan jadi lawan dan sebaliknya. Iya benar ia bernama uang. Uang adalah jenis alat pembayaran yang sangat tenar di masa modern saat ini yang berwujud logam dan kertas namun banyak orang yang mengatakan sekarang pun sudah banyak yang menggunakan uang metode digital. Apapun bentuknya yang namanya uang tetaplah uang, sesuatu yang bisa berguna dengan baik dan sebaliknya.
Pecahan uang kertas dengan nilai terbesar di Indonesia yang beredar di Masyarakat adalah bernilai 100.000 Rupiah dan lebih kecillagi ada 50.000 Rupiah.

Entah siapa pertama kali yang menulis "Namaku Uang", berikut ini adalah sebuah Puisi yang berjudul Namaku Uang:

Namaku Uang.........
Wajahku biasa saja,
fisikku juga lemah,
namun aku mampu merombak tatanan dunia.
Aku juga "bisa" merubah Perilaku,
bahkan sifat Manusia' karena manusia mengidolakan aku.
Banyak orang merubah kepribadiannya,­­­­
mengkhianati teman,
menfitnah teman.
menjual tubuh,
bahkan meninggalkan keyakinan imannya, demi aku!
Aku tdk mengerti perbedaan orang baik & jahat ,
tapi manusia memakai aku menjadi patokan derajat,
menentukan kaya miskin & terhormat atau terhina.
Aku bukan iblis,
tapi sering orang melakukan kekejian demi aku.
Aku juga bukan org ketiga,
tapi banyak suami istri pisah gara2 aku.
Anak dan orangtua berselisih gara2 aku.
Tidak sedikit Oknum organisasi, instansi pemerintah yg masuk penjara karena aku.
Sangat jelas juga aku bukan Tuhan,
tapi manusia menyembah aku spt Tuhan,
bahkan kerap kali hamba2 Tuhan lebih menghormati aku,
padahal Tuhan sudah pesan jgn jadi hamba uang..
Seharusnya aku melayani manusia,
tapi kenapa malah manusia mau jadi budakku?
Aku tdk pernah mengorbankan diriku untuk siapa pun,
tapi banyak orang rela mati demi aku.
Perlu aku ingatkan,
aku hanya bisa menjadi alat bayar resep obat anda,
tapi tdk mampu memperpanjang hidup anda.
Kalau suatu hari anda dipanggil Tuhan,
aku tdk akan bisa menemani anda,
apalagi menjadi penebus dosa2 anda,
anda harus menghadap sendiri kpd sang Pencipta lalu menerima penghakimanNYA.
Saat itu, Tuhan pasti akan hitung2an dgn anda,
APAKAH SELAMA HIDUP ANDA MENGGUNAKAN aku dgn baik,
atau sebaliknya MENJADIKAN aku sebagai TUHAN?
Ini informasi terakhirku:
Aku TIDAK ADA DI SURGA,
Jadi jangan cari aku disana.
Salam sayang,

Ttd
U A N G

0 komentar:

Post a Comment

Powered by Blogger.